Kanker, sakit dengan biaya MAHAL

Penyakit kanker masih merupakan penyakit yang banyak di takutkan oleh masyarakat banyak. Hal ini disebabkan oleh sakit yang luar biasa yang dirasakan oleh pasien, tak jarang penyakit ini berlangsung lama dan memerlukan biaya yang sangat besar.

Dampak yang diakibatkan oleh penyakit kanker yang paling terasa adalah masalah biaya, menurut sumber dari detik health bahwa biaya pengobatan kanker berkisar 100 juta rupiah/bulan

“Rata-rata biaya yang dikeluarkan cukup besar, yaitu antara Rp 102-106 juta/bulan,” Dr Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Dan banyak yang pasien tidak siap dengan biaya ini. Dan ketika pasien tersebut tidak punya asuransi atau hanya mengandalkan asuransi kesehatan yang disediakan pemerintah, pada kenyataannya pasien masih harus mengeluarkan biaya sendiri, misalnya ada obat obatan atau tidakan diluar dari fasilitas askes, atau bahkan mungkin plafon nya sudah tidak mencukupi lagi untuk mengcover biaya yang keluar.

kanker

Selain itu bicara tentang penyakit kritis, salah satu nya penyakit kanker, selain biaya pengobatan, pasien dan keluarga juga di hadapkan oleh biaya sosial-ekonomi lainnya yang timbul sebagai dampak seseorang terkena sakit kritis.

Apa itu biaya sosial-ekonomi dalam hal ini, yaitu biaya biaya yang timbul karena seseorang terkena sakit kritis. Seperti biaya akomodasi, biaya oprasional, biaya transportasi untuk keluarga ketika mengurusi pasien.

Kemudian biaya ekonomi yang harus tetap dikeluarkan ketika pasien terkena sakit kritis, apalagi apabila pasien merupakan seorang tulang punggung keluarga.  Ketika seseorang terkena penyakit kritis, misalnya kanker, biasanya pasien sudah sangat berkurang produktifitasnya, tidak bisa bekerja/berusaha, sehingga tidak bisa menghasilkan income untuk keluarganya.

Sedangkan biaya hidup harus tetap berjalan, seperti biaya rumah tangga, biaya pendidikan anak, kewajiban cicilan hutang, dsb. Inilah yang disebut dengan dampak ekonomi yang timbul karena seseorang terkena sakit kritis.

Maka banyak kita temui, ketika seseorang terkena sakit kritis, misalnya kanker, dan mereka tidak mempunyai asuransi sakit kritis yang aman, maka jalan yang diambil adalah menguras tabungan, menjual asset, menjual propeety, menjual mobil atau rumah, pinjaman bank/anak keluarga, atau pada titik tidak bisa menjual atau meminjam, pasien dan keluarga hanya bisa pasrah.

sakit kritis 2Contoh pasien yang menjual assetnya untuk pengobatan

Oleh karena itu adalah sebuah langkah yang bijak, apabila setiap orang terutama seorang tulang punggung keluarga, mempunyai proteksi sakit kritis khusus yang maksimal. Agar ketika resiko menimpa, maka pasien dan keluarga sudah mempersiapkan diri dengan lebih maksimal, sehingga bisa lebih berkonsentarsi pada kesembuhan pasien, tanpa khawatir dengan beban biaya yang  timbul.

Semoga Bermanfaat

Wassalam

Artikel Terkait

http://berkahberasuransi.com/2015/12/22/asuransi-sakit-kritis-allianz-syariah/

 

 

Advertisements

Silahkan Mengisi Pesan Atau Pertanyaan. Cantumkan No Hp atau Alamat Email Anda Untuk Memudahkan Kami Menghubungi Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s